Direktur Utama PT Sillo Maritime Perdana Edi Yosfi mengatakan hal itu karena kapal-kapal yang disewakan perusahaan hanya untuk kegiatan produksi migas, bukan untuk kegiatan eksplorasi.
"Yang rugi itu yang menyewakan untuk kegiatan eksplorasi. Kami enggak ada eksplorasi," ujarnya di Jakarta pada (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menjelaskan, kapal-kapal dari perusahaan penyewaan kapal untuk kegiatan eksplorasi minyak saat ini kebanyakan menganggur.
Demi terus memperoleh pendapatan, ia menyatakan perusahaan penyewaan kapal tersebut membanting harga sewa sampai 50 persen saat ini. Misalnya saja, dari harga US$10.000 per hari menjadi US$4.000-US$5.000.
"Tahun ini kami dapat tender perusahaan yang sudah punya kontrak jangka panjang. Proses tender itu mungkin September atau Oktober, nanti pemenang diumumin bulan Maret," ujarnya.