Kemarin, bursa Asia ditutup optimis dengan rata-rata pergerakan gap up sejak awal sesi. Namun, faktanya, optimisme investor kembali jatuh terhadap pertumbuhan ekonomi dunia tepat setelah instrumen investasi safe haven jatuh dan harga minyak kembali melonjak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini terbukti dari hasil survey harga rumah yang meningkat hingga 16,6 persen dari ekspektasi sekitar dua persen," terang dia.
Sebagai informasi, kemarin, Rabu (25/5), IHSG ditutup menguat 62,19 poin (1,32 persen) di level 4.772 dengan volume perdagangan moderat. Tax amnesty yang diperkirakan dapat berjalan pada Juli nanti diharapkan menjadi dorongan kuat pada IHSG.
Lihat juga:IHSG Naik 69,19 Poin Digoyang Harga Minyak |
Reza Priyambada, Head of Research NH Korindo Securities Indonesia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 4.702-4.734 dan resisten 4.793-4.819. Adapun, laju IHSG berada di atas area target support 4.686-4.701 dan mampu melampaui target resisten di 4.746-4.762 hingga akhir sesi.
"Laju IHSG sedang mencoba membentuk tren kenaikannya kembali. Apabila IHSG gagal bertahan di level 4.750 dan kenaikan yang terjadi dimanfaatkan untuk aksi profit taking (ambil untung), maka IHSG berpeluang menjemput gap-nya di area 4.686-4.691," pungkasnya. (bir)