Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan jumlah 14 WK konvensional yang ditawarkan ini bertambah dibandingkan penawaran sebelumnya yang berjumlah 11 WK. Tiga WK tambahan tersebut, ujarnya, merupakan blok-blok migas yang sebelumnya tidak laku pada lelang tahun lalu.
"Blok-blok tambahan ini ada yang tidak laku atau gagal kami berikan ke KKKS karena peminat sebelumnya kurang memiliki kapabilitas dari segi finansial. Maka dari itu, kami sangat menekankan pada kapabilitas teknikal dan finansial yang menunjukkan bahwa perusahaan itu berkomitmen mau ikut lelang ini," jelas Djoko, Jumat (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahan WK ini dilakukan dengan skema tender biasa (regular). Dengan demikian, jumlah lelang WK dengan skema tersebut kini mencapai tujuh WK, setelah sebelumnya Pemerintah menetapkan lelang WK South Coastal Plain Pekanbaru, Suremana I, South East Mandar, dan North Aguni menggunakan skema biasa.
Ia melanjutkan, tujuh WK non konvensional sisanya tetap dilelang dengan cara penunjukkan langsung. Ketujuh WK tersebut antara lain Bukit Barat, Batu Gajah Dua, Kasongan, Ampuh, Ebuny, Onin, dan West Kaimana.
Kriteria pemenangan tender, jelasnya, dilihat dari tiga aspek yaitu komitmen finansial KKKS, signature bonus yang diberikan, dan sistem bagi hasil produksi (Production Sharing Contract/PSC) yang menarik. Investor bisa memenangkan tender jika menyediakan signature bonus yang menjanjikan, kemampuan uang yang mumpuni, dan pembagian porsi PSC yang mendekati dengan ekspektasi Pemerintah (owner's estimation).
"Kami kini melihat kriteria-kriteria tersebut, mengingat kami sekarang menggunakan skema bidding yang lebh terbuka dibanding tahun lalu yang sifatnya take it or leave it," jelas Djoko. (gen)