“Kami mau manfaatkan dari interchange Solo di dekat Bandara Adi Soemarmo lalu keluar di Sragen, ini hanya sebagai alternatif sementara, paling tidak untuk satu arah,” ungkap Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Danis Hidayat Sumadilaga, dikutip dari laman kementerian, Senin (30/5).
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR meminta PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) PT Ngawi – Kertosono Jaya untuk menggenjot pengerjaan proyek tersebut sehingga pada H-14 sebagian ruas tol bisa digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Akan dimanfaatkan nantinya jika lalu lintas kendaraan di jalan nasional sudah sangat berat, dan hanya untuk satu arah. Kami akan koordinasi dengan Kepolisian , demi tetap menjaga aspek keselamatan,” ujarnya.
Agar layak secara finansial, sebagian ruas tol Soker dibangun dengan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ruas yang dibangun dengan uang rakyat adalah Colomadu-Karanganyar 20,9 km (bagian dari tol Solo – Ngawi) dan tol Saradan - Kertosono 37,5 km (bagian dari tol Ngawi – Kertosono).
Sebagai informasi, percepatan pembangunan Tol Solo – Ngawi dan groundbreaking tol Ngawi – Kertosono telah dilakukan Presiden Joko Widodo pada April tahun lalu. Presiden menargetkan konstruksi Tol Soker dapat rampung dalam 2,5 tahun. (gen)