Irawan Santoso, Direktur Utama Astratel mengatakan, sumber pendanaan belanja modal tersebut berasal dari kas internal Grup Astra. Adapun, hingga saat ini, sekitar 40 persen atau Rp800 miliar di antaranya telah digelontorkan untuk pengerjaan proyek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau lagi kebut konstruksi, maka semua duitnya digunakan ke sana. Apalagi, kalau pembebasan lahan sudah tuntas,” jelasnya.
“Untuk proyek Serpong-Balaraja baru menang. Mungkin tanda tangan mulai pengerjaannya dua minggu lagi,” kata Irawan.
Ia menerangkan, saat ini, perusahaan terus mencari tender baru untuk memperbanyak portofolio bisnis. Pasalnya, model bisnis perusahaan infrastruktur yang bersifat jangka panjang membuat Astratel harus terus mempertahankan kesinambungan proyek.
Irawan mengungkapkan, tahun 2018 mendatang akan menjadi tahun penting bagi perusahaan, karena beberapa proyek sudah beroperasi penuh dan diprediksi mulai menyumbangkan pendapatan. Saat ini, proyek Astratel yang berkontribusi optimal, yaitu jalan tol Tangerang-Merak yang dikelola oleh PT Marga Mandala Sakti (MMS). Di jalan bebas hambatan sepanjang 72,45 kilometer (km2) tersebut, Astratel mengempit 79,3 persen sahamnya.
Wiwik D. Santoso, Direktur Astratel menambahkan, perusahaan mengincar pendapatan dari usaha jasa jalan tol sebesar Rp1 triliun hingga akhir tahun ini atau naik 10 persen dari pencapaian tahun lalu, yaitu Rp909 miliar.
"Nilai target dari divisi usaha jalan tol tersebut akan berkontribusi sekitar 65-75 persen dari total pendapatan perusahaan. Sementara, sisanya akan berasal dari divisi usaha pelabuhan dan distribusi air bersih," pungkasnya. (bir)