Departemen Perdagangan AS mencatat peningkatan belanja konsumen pada April lalu merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2009 dan melampaui ekspektasi para ekonom yang memprediksi kenaikan di kisaran 0,7 persen. Belanja konsumen selama ini menyumbang lebih dari dua pertiga dari kegiatan ekonomi AS.
Meskipun data ekonomi lain mengalami pasang surut, belanja konsumsi kemungkinan akan tetap kuat, ditopang oleh kenaikan harga rumah serta membaiknya pasar tenaga kerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pada Jumat lalu, kenaikan suku bunga mungkin akan dilakukan pada bulan depan jika kegiatan ekonomi mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Pendapat Yellen itu serupa dengan pernyataan resmi The Fed pada April lalu.
Para ekonom memperkirakan inflasi akan terus merayap naik pada tahun ini, mengikuti pergerakan dolar dan kenaikkan bertahap harga minyak dan upah.
Menurut CME FedWatch, mayoritas pelaku pasar keuangan optimistis The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada pada pertemuan Komite Pasar Tebuka dan Dewan Gubernur Bank Sentral (FOMC) 26-27 Juli.
"Belanja konsumen akan terus memimpin pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016, karena lebih banyak lapangan pekerjaan, kenaikan upah dan harga rumah memberikan rumah tangga lebih banyak uang untuk dibelanjakan," kata Gus Faucher, wakil kepala ekonom di PNC Financial di Pittsburgh.
Upah pekerja naik 0,5 persen pada April lalu, setelah naik 0,4 persen pada Maret. Sementara tabungan publik menyusut menyesuaikan dengan tren kenaikkan belanja, dari US$809,4 miliar pada Maret menjadi US$751,1 miliar. (ags)