Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman menilai, rencana pembentukan holding BUMN energi sangat baik dalam mengefisienkan belanja modal PGN dengan anak usaha Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas). Pasalnya, ada beberapa jenis belanja modal Pertagas yang bersinggungan dengan PGN
Sayangnya, ia tak merinci besaran angka penghematan dan jenis investasi yang bisa disinergikan. Namun, dari catatan yang dimilikinya, kedua BUMN itu bisa melakukan investasi bersama senilai US$ 1,6 miliar dalam waktu dua tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain peluang investasi bersama, Arief meyakini pembentukan holding BUMN energi juga bisa menghemat beban operasional kedua perusahaan pelat merah itu. Pasalnya, ada infrastruktur gas yang bisa digunakan bersama antara PGN dengan Pertagas.
Menurutnya, sepanjang kuartal I 2016, gas niaga Pertamina hanya terserap 7,99 billion british thermal unit (BBTU) atau menurun 22,5 persen dibandingkan dengan penyerapan periode yang sama tahun lalu 10,31 BBTU.
"Sebetulnya kerjasama terkait infrastruktur gas ini sudah kami lakukan sejak bulan Januari lalu. Jadi area yang bisa kami manfaatkan bersama infrastrukturnya, akan kita maksimalkan," jelas Yenny di lokasi yang sama.
Sebagai informasi, tahun ini Pertamina menganggarkan belanja modal US$366,3 juta untuk pemanfaatan gas atau 6,9 persen dari total investasi Pertamina yang mencapai US$ 5,31 miliar. Sementara itu, belanja modal PGN tahun ini berada di angka US$ 500 juta. (ags)