Berdasarkan prospektus ringkas Astra Agro pada Rabu (1/6), produsen minyak sawit mentah tersebut menawarkan 349,94 juta saham baru dengan nilai nominal Rp500 per saham dalam aksi Penawaran Umum Terbatas (PUT) I ini.
Nantinya, setiap pemegang sembilan saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal terakhir pencatatan berhak atas dua HMETD. Adapun, setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru senilai Rp11.425.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini sudah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 11 April 2016. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan juga telah memberikan pernyataan efektif pada 30 Mei 2016.
Noor Rachman, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK mengatakan, sembilan perusahaan tersebut telah menyampaikan rencana rights isssue mereka. Beberapa di antaranya menggunakan tahun buku 2015 dan kuartal I 2016.
Berdasarkan data yang diperoleh CNNIndonesia.com, dari sembilan perusahaan yang akan menggelar rights issue, PT Bentoel Internasional Investama Tbk diperkirakan menyerap dana paling gemuk, yakni Rp13,99 triliun. Diikuti oleh PT Rimo International Lestari Tbk sebesar Rp7,8 triliun.
Sementara, PT Astra Agro Lestari Tbk diprediksi menyerap dana sebesar Rp3,99 triliun, PT MNC Investama Tbk senilai Rp1,58 triliun, PT Bank Windu Kentjana International Tbk Rp1,12 triliun, PT Alam Karya Unggul Tbk Rp628 miliar, PT Bank Ina Perdana Tbk Rp150 miliar, PT Acset Indonesia Tbk senilai Rp30 miliar dan PT Graha Layar Prima Tbk senilai Rp11 miliar. (gir)