Kepala BPS Suryamin mengatakan, inflasi pada Mei lalu menunjukkan geliat daya beli masyarakat, yang tercermin dari naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran. Kendati demikian, laju inflasi relatif terkendali pada level yang rendah, mengingat inflasi pada bulan yang sama tahun lalu sedikit lebih tinggi.
"Inflasi Mei 2016 lebih rendah karena pada Mei 2015 inflasi 0,5 persen," ujar Suryamin di kantor pusat BPS, Rabu (1/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 82 kota yang disurvei, kata Suryamin, sebanyak 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1,67 persen dan terendah terjadi di Singaraja dan Palangka Raya masing-masing 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong 0,92 persen dan terendah terjadi di Maumere 0,01 persen.
"Inflasi tahunan yang 3,3 persen terendah dari Desember 2009, yang 2,78 persen," jelasnya.
Untuk komponen inflasi yang cenderung menetap, BPS melaporkan inflasi inti sebesar 0,23 persen secara bulanan dan 3,41 persen secara tahunan.
"Inflasi inti tahunan juga terendah sejak 2009," jelasnya.
(ags/gen)