Penundaan pencabutan subsidi listrik dari sebagian kelompok pelanggan 900 Volt Ampere (VA) dituding sebagai penyebab membengkaknya subsidi energi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementra untuk subsidi non-energi, Bambang mengatakan alokasi anggarannya akan dinaikkan sebesar Rp10,4 triliun menjadi Rp90,8 triliun. Hal itu terkait dengan tambahan kurang bayar subsidi pangan sebesar Rp1,5 triliun, subsidi pukuk Rp7,4 triliun dan subsidi dalam rangka bantuan (Public Service Obligation/PSO) ke PT Pelni sebesar Rp47 miliar.
Kebijakan tambal sulam anggaran tersebut menyebabkan alokasi anggaran subsisi secara keseluruhan akan naik sebesar Rp 6,1 triliun, dari pagu saat ini Rp182,6 triliun menjadi Rp188,7 triliun. (ags)