Pertama, asuransi kebakaran untuk pemudik yang akan meninggalkan rumah mereka. Kedua, asuransi kendaraan bermotor untuk pemudik yang mengendarai kendaraan mereka selama berpergian. Ketiga, asuransi perjalanan untuk risiko kecelakaan diri selama mudik.
“Produk yang kami tawarkan ini berjangka pendek selama musim libur lebaran saja. Sehingga, masyarakat bisa mudik dengan nyaman tanpa khawatir apabila risiko terjadi terhadap aset (rumah dan kendaraan bermotor) dan dirinya,” imbuh Indra Baruna, Direktur Utama Adira Insurance saat Media Gathering di Kepulauan Seribu, Sabtu (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Indra, momentum perayaan Idul Fitri membawa berkah bagi industri bank dan multifinance. Tak terkecuali, industri asuransi. Momentum ini dimanfaatkan masyarakat untuk membeli produk asuransi, terutama produka asuransi jangka pendek.
Kontribusi Kecil
Namun demikian, peningkatan premi dari produk-produk asuransi berjangka pendek ini relatif kecil kontribusinya terhadap total premi perseroan. Per April 2016, premi yang dibukukan Adira Insurance sebesar Rp686 miliar atau naik tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Wayan Pariama, Direktur Adira Insurance menambahkan, target premi perseroan hingga akhir tahun nanti sebesar Rp3,2 triliun (tidak termasuk unit syariah). Target ini dipatok tumbuh sekitar 18 persen ketimbang realisasi sepanjang tahun lalu, yaitu Rp2,7 triliun.
Untuk merealisasikan target tersebut, anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk ini melakukan restrukturisasi organisasi dan memperkuat sumber daya manusianya. Tidak cuma itu, manajemen juga mulai getol melego produk asuransi melalui format digital.
Hingga saat ini, jumlah pemegang polis aktif Adira Insurance mencapai 9,27 juta. Polis aktif ini didominasi oleh produk asuransi non otomotif yang tercatat tumbuh 6 persen dibandingkan April 2015. (gen)