Edie Rizliyanto, Direktur Utama Bank Sumut mengatakan, suntikan modal dibutuhkan untuk meningkatkan rasio permodalan atawa Capital Adequacy Ratio/CAR perseroan. Saat ini, rasio permodalan perseroan berkisar 14 persen.
"Kami berharap, CAR Bank Sumut bisa naik menjadi 15 persen dari posisi tahun lalu 14 persen. Salah satu strategi, yaitu dengan penambahan modal," ujarnya seperti dilansir Antara, Senin (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya rasio permodalan ini, sambung Edie, akan membuat perseroan percaya diri untuk mengembangkan usahanya dalam menyalurkan kredit, termasuk juga menghindari potensi rugi akibat operasional bank.
Ahmad Soekro Tratmono, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera menuturkan, kecukupan modal Bank Sumut harus menjadi hal penting yang perlu dilihat oleh direksi, dan juga pemegang saham, mengingat kekuatan bank bertumpu pada modal.
"CAR Bank Sumut masih jauh dari rata-rata bank daerah yang mencapai 22,45 persen. OJK sudah meminta manajemen untuk meningkatkan CAR, agar Bank Sumut bisa eksis dan menjadi bank kebanggaan. Semakin besar rasio modal, semakin bertambah baik posisinya," katanya. (bir)