"Secara teknikal penguatan IHSG cenderung optimis setelah menyentuh upper bollinger bands sebagai resistance-nya. Indikator stochastic pun terkonsolidasi pada area overbought dengan momentum RSI yang mulai masuk pada oscillator overbought," kata Lanjar dalam riset, dikutip Selasa (7/6).
Hal tersebut akan membuat laju IHSG menguji resisten harga tertinggi pada tahun ini di level 4.920.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, bursa saham Asia cenderung bergerak mixed. Bursa saham Jepang dibuka pesimis karena nilai tukar Yen yang melonjak 2,2 persen pada akhir pekan kemarin. Namun, selama perdagangan kemarin nilai tukar Yen justru terkoreksi 0,6 persen. Sedangkan nilai tukar rupiah dan ringgit menguat setelah data tenaga kerja di Amerika keluar dibawah ekspektasi.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG akan berada dalam rentang support 4.821 dan resisten 4.913. Menurutnya, pola pergerakan IHSG terlihat mulai menunjukkan gejala kenaikan jangka pendek.
Maka dari itu, laju IHSG akan lebih bagus jika mampu bertahan di dekat level resisten 4.913 dalam beberapa hari dan IHSG terlihat belum akan diuji dalam waktu dekat jika mampu mencapai level support 4.821 hari ini.
Menurutnya, berlanjutnya aliran masuk modal atau capital inflow hingga penutupan perdagangan kemarin sebaiknya dijadikan pengingat agar selalu memanfaatkan peluang koreksi sehat sebagai peluang akumulasi beli
"Jadi tidak tertinggal di dalam investasi," papar William dalam riset. (gen)