Herman Suryatman, Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB menjelaskan, pemerintah pusat dan daerah pad atahun lalu harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp707 triliun untuk menggaji 4,5 juta PNS di seluruh Indonesia. Belanja pegawai tersebut menyerap sekitar 33,8 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.
"Nah yang akan dirasionalisasi untuk tahap pertama hanya PNS dengan jabatan fungsional yang hanya bermodal keterampilan, bukan keahlian. Itu jumlahnya ada 1,9 juta PNS atau 45 persen dari total PNS," ujar Herman kepada CNNIndonesia.com, Senin (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu baru perkiraan, jumlah pastinya nanti menunggu pemetaan selesai," tuturnya.
Dengan asumsi 5 persen dari pagu belanja pegawai Rp707 triliun, maka akan ada penghematan anggaran negara sekitar Rp35 triliun akibat kebijakan rasionalisasi PNS tersebut.
"Yang pasti gini, bagaimana saya bisa menghitung kalau proposalnya belum ada," ujar Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, Senin (6/6). "Makanya karena belum ada usulan, belum dianggarkan."
Berdasarkan Kuadran
Herman Suryatman menerangkan, rasionalisasi PNS akan diawali dengan pemetaan kompetensi,kualifikasi, dan kinerja (K3). Untuk itu, sebanyak 4,5 juta PNS akan diseleksi dan dibagi menjadi empat kuadran.
Menurut Hemran, hanya PNS dengan status K3 sangat baik yang masuk kuadran I. Rekomendasi untuk PNS di kuadran I adalah dipertahankan dan dipromosikan.
Sementara untuk kuadran II, lanjutnya, PNS dengan kualifikasi dan kompetensi rendah, tetapi berkinerja baik yang masuk dalam kategori ini. Rekomendasinya nanti adalah diberikan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasinya.
Kuadran berikutnya (III), Herman mengatakan merupakan kebalikan dari kuadran II. PNS di kuadran III rata-rata memiliki kualifikasi dan kompetensi yang mumpuni, tetapi kinerjanya rendah. "Rekomendasinya adalah dirotasi atau dimutasi," tegasnya.
Terakhir, tambah Herman, PNS dengan K3 rendah masuk dalam kuadran IV, yang akan menjadi target rasionalisasi. (ags/gen)