"Data historis memang menunjukkan penurunan rata-rata volume transaksi apabila dibandingkan dengan bulan lainnya," ujar Guntur Tri Hariyanto yang juga analis di Danareksa Capital seperti dilansir Antara, Minggu (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi tersebut didorong oleh kondisi pasar global yang cukup mendukung likuiditas pasar saham di negara berkembang, menyusul harga minyak dan harga komoditas dunia yang naik.
"Senada dengan kenaikan tersebut, rata-rata volume transaksi harian juga tercatat tumbuh 35 persen dan rata-rata frekuensi harian naik 18 persen," tutur Kepala Komunikasi Perusahaan BEI, Dwi Shara Soekarno.
Ia menambahkan, investor asing di sepanjang perdagangan periode itu mencatatkan beli bersih di pasar modal Indonesia senilai Rp1,63 triliun dan secara tahunan aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih dengan nilai Rp6,49 triliun.
Meski begitu, ia menjelaskan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang periode 6-10 Juni 2016 mengalami penurunan 0,12 persen ke posisi 4848.056 poin jika dibandingkan dengan penutupan di pekan sebelumnya yang berada di level 4853.922 poin.
Kapitalisasi pasar BEI di sepanjang pekan ini juga menurun menjadi Rp5.15,29 triliun dari Rp5.159,81 triliun di akhir pekan sebelumnya. (bir)