Diharapkan, fasilitas ini memudahkan para pelintas tol, khususnya pemudik lebaran 1437H karena Mandiri e-money sudah bisa digunakan sebagai alat pembayaran tol untuk perjalanan dari Jakarta atau Bandung hingga Brebes Timur.
Dengan diterapkannya sistem klaster, ruas Jakarta–Cikampek–Purbaleunyi dan Cikopo–Palimanan akan menjadi ruas terintegrasi Klaster 1. Sementara, ruas Palimanan–Kanci, Kanci–Pejagan, dan Pejagan–Brebes Timur bakal menjadi ruas terintegrasi Klaster 2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemudik hanya perlu melakukan pembayaran dua kali, yakni di Palimanan dan di Brebes Timur untuk pembayaran kedua klaster ini," ujar Rohan, Senin (13/6).
Disamping itu, Mandiri e-money juga dapat dimanfaatkan di ruas Cikupa-Merak, Bogor Outer Ring Road (BORR), Ruas Palimanan-Kanci, ruas semarang, ruas Semarang-Bawen, ruas Surabaya-Gempol, ruas Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), ruas Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Bali), ruas Cikopo-Palimanan, ruas Kanci-Pejagan, dan Pejagan-Brebes Timur.
Transaksi Tembus Rp1 Triliun
Rohan mengungkapkan, peningkatan frekuensi penggunaan e-money Mandiri dalam aktivitas pembayaran jalan tol telah mencapai 79 persen. Adapun, dari sisi nominal transaksinya sebanyak 50 persen.
Di sepanjang Januari-April 2016, total frekuensi transaksi e-money Mandiri mencapai 107 juta transaksi dengan nominal transaksi tembus hingga Rp1,02 Triliun.
Perkembangan transaksi mandiri e-money sangat signifikan di mana pertumbuhan rata-rata transaksi tahunan di atas 70 persen. Per April 2016, jumlah kartu mandiri e-money yang beredar sebanyak 7,3 juta kartu dengan rata-rata frekuensi transaksi sebanyak 26,7 juta transaksi dan sales volume sebesar Rp 254,4 miliar.
“Kami bersyukur kinerja transaksi tersebut menempatkan Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar (market leader) dari sisi transaksi uang elektronik di Indonesia dengan rata-rata market share di atas 65 persen,” pungkasnya. (bir/gen)