Herman Bakshi, Presiden Direktur Unilever Indonesia mengatakan, perusahaan melihat perbaikan kondisi daya beli masyarakat di tahun ini. Berbeda dengan tahun lalu yang cenderung melambat.
“Kami rasakan kondisi ekonomi yang dulu melambat sekarang mulai stabil dan diharapkan bisa baik, terutama terkait dengan daya beli masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Unilever Sebar Dividen Rp5,84 Triliun |
“Kami yakin dengan strategi yang ada, kami bisa tumbuh di atas pasar,” imbuh Herman.
“Sunsilk Hijab menyasar konsumen wanita berhijab yang jumlahnya terus tumbuh di Indonesia. Kami percaya produk tersebut mendorong pertumbuhan pasar bagi kami. Ini juga satu upaya kami melakukan diversifikasi produk,” katanya.
Sancoyo Antarikso, Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia menuturkan, jika dihitung secara kuartalan, maka kuartal kedua yang mencakup Ramadan memiliki kontribusi penjualan lebih tinggi ketimbang kuartal lainnya.
Selain menggenjot produk baru, lanjut Sancoyo, perusahaan juga terus menambah porsi pemasangan iklan di situs e-commerce. Hal itu dilakukan karena Unilever melihat perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih melek internet.
“Iklan di e-commerce sudah sejak 3 tahun lalu, dan memang nilainya terus naik dibandingkan porsi iklan di TV,” ungkapnya.
Sayangnya, hingga kuartal I 2016, kinerja keuangan Unilever masih lemah. Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 1,2 persen atau menjadi Rp1,57 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp1,59 triliun.
Penjualan perusahaan sebenarnya masih tercatat tumbuh tipis sebesar 6,1 persen menjadi Rp9,98 triliun dari Rp9,4 triliun. Namun, beban yang harus ditanggung perseroan membengkak, sehingga menekan pendapatan.
Beban pemasaran dan penjualan Unilever naik 8,7 persen dari Rp1,83 triliun menjadi Rp1,99 triliun. Sementara pendapatan lain-lain perusahaan justru turun tajam dari Rp5,8 miliar menjadi Rp926 juta. Di sisi lain, biaya keuangan perseroan juga naik 23 persen menjadi Rp42 miliar.