Ketua GAPMMI Adhi Lukman mengatakan, saat ini stok yang menipis disebabkan oleh hujan di beberapa daerah. Menurutnya, hal itu bisa berimplikasi pada mundurnya jadwal panen tebu yang seharusnya bisa terjadi sebelum Juni tahun ini.
"Ini sempat mengkhawatirkan, namun kami tadi tanya PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) katanya pasokan sudan mulai lancar," ujar Adhi, Selasa (14/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat hal itu mungkin saja kebutuhan gula mentah impor makin tinggi. Tapi kami sudah lihat ada perusahaan gula rafinasi yang sudah giling, berarti ada kemungkinan impornya sudah masuk," jelasnya.
"Yang penting antisipasi Pemerintah dari jauh hari. Jangan mendadak seperti saat ini. Ini yang menurut kami jadi masalah," terangnya.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengeluarkan izin impor gula mentah sebesar 381 ribu ton yang ditugaskan melalui PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Keputusan ini sudah disepakati di dalam rapat koordinasi di tingkat Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.
Menurut data Kemendag, impor gula mentah Indonesia tahun lalu sebesar 2,8 juta ton. Sementara pada tahun ini, Pemerintah memberi kuota gula mentah impor sebesar 3,22 juta ton. (gen)