Kepala BPS, Suryamin mengatakan angka ini sudah melampaui target asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 69,4. Namun menurutnya, angka ini masih belum terbilang memuaskan karena belum mencapai predikat baik.
"Predikat tinggi akan diberikan jika angkanya berada di kisaran 70 hingga 80, dan akan terbilang tinggi ketika angkanya di atas 80. Jadi saat ini IPM Indonesia masih dalam kelas sedang, atau sama seperti tahun lalu," kata Suryamin, Rabu (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk indikator standar hidup sehat, BPS menggunakan angka harapan hidup sebagai variabel yang digunakan, di mana harapan hidup Indonesia meningkat dari 70,59 tahun di 2014 menjadi 70,78 tahun di tahun berikutnya. Sementara itu, indikator pengetahuan yang diwakili rata-rata lama sekolah sebesar juga meningkat dari 7,73 tahun ke angka 7,84 tahun.
"Kalau masyarakat punya pendapatan lebih, mereka bisa memiliki akses yang baik bagi pendidikan dan kesehatan," jelasnya.
"Namun sayangnya, provinsi Papua tetap memiliki predikat IPM yang rendah. Bahkan kabupaten yang memiliki nilai IPM terendah yaitu 25,47 juga terletak di provinsi ini, yaitu Kabupaten Nduga," kata Suryamin. (gir)