Perseroan optimistis akuisisi ini bakal mendongkrak 53 persen labanya pada tahun ini, dengan nominal yang dibidik sebesar US$6,8 juta.
Emiten berkode SHIP ini resmi melantai di bursa saham pada hari ini, Kamis (16/6) usai meraup dana Rp70 miliar dari penawaran saham perdana (IPO). Sebanyak 500 saham dilepas ke publik dengan harga per sahamnya Rp140. Pada perdagangan perdananya, saham SHIP langsung naik 15,71 persen ke level Rp162 per saham lembar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hal ini sejalan dengan rencana perseroan dalam melakukan pengembangan usaha ke dalam industri produsen gas alam,” ujarnya, Kamis (16/6).
Berdasarkan prospektus Sillo Maritime yang diperoleh CNNIndonesia.com, Suasa Benua saat ini memiliki kontrak sewa liquefied petroleum gas (LPG) FSO jangka panjang hingga tahun 2020 dan kontrak sewa dua tugboat hingga tahun 2017.
Selain itu, Suasa Benua juga dinilai memberikan ekstensifikasi usaha perseroan pada industri migas karena pada saat ini memiliki kontrak dengan pelanggan dari produsen gas bumi. Hal itu akan melengkapi sumber pendapatan Sillo Maritime yang saat ini masih berfokus pada produsen minyak bumi.
“Target kami, akhir bulan Juni akuisisi Suasa Benua bisa selesai. Jadi sudah bisa berkontribusi. Target kami, laba bersih bisa naik 53 persen setelah akuisisi selesai,” ungkap Herjati.
Dari sisi kinerja keuangan, sepanjang 2015 perseroan mencatatkan pendapatan US$15,6 juta, turun dari capaian tahun sebelumnya sebesar US$20,29 juta. Sementara laba bersih tahun lalu mencapai US$4,45 juta, turun dari US$5,9 juta pada tahun sebelumnya.
Herjati menyatakan, penurunan kinerja tahun lalu disebabkan pemeliharaan (dry docking) kapal FSO.
“Proses dry docking kapal diperkirakan selesai pada triwulan ketiga tahun ini dan kembali on-hire untuk kontrak yang sudah dimenangkan perseroan di bulan November 2015,” kata Herjati. (ags/gen)