Kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 tercatat tumbuh paling gesit, yaitu sebanyak 13,65 persen dari Rp1.552 triliun menjadi sebesar Rp1.764 triliun secara tahunan. Diikuti oleh kelompok bank BUKU 3 yang naik 5,79 persen menjadi Rp1.497 triliun dan bank BUKU 2 meningkat 4,41 persen menjadi Rp534,87 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, kredit konsumsi dan kredit modal kerja tercatat meningkat masing-masing 8,61 persen dan 5,30 persen atau menjadi sebesar Rp1.122 triliun dan Rp1.1.847 triliun. Kredit konsumsi dan kredit modal kerja tercatat membaik setelah hanya bertumbuh 5,4 persen dan 6,3 persen pada kuartal I 2016.
Lihat juga:OJK: Butuh 6 Bulan Bagi Bank Turunkan NIM |
Namun, baru-baru ini, Budi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK menuturkan, perlambatan penyaluran kredit perbankan secara tahunan membuat wasit industri keuangan merevisi turun target kredit perbankan hingga akhir tahun nanti.
Revisi target, lanjut dia, dilakukan karena melihat masih rendahnya realisasi pertumbuhan kredit perbankan hingga April 2016. Sejatinya, OJK meramalkan pertumbuhan kredit perbankan tahun ini berkisar 12-14 persen. "Revisi proyeksi nanti kami lakukan akhir Juni," terang Budi.
Melihat kondisi terkini, Budi juga menyebutkan, OJK akan memberikan kesempatan kepada bank-bank untuk melakukan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) mereka. "Juli nanti kami berikan kesempatan bank melakukan revisi," imbuh dia. (bir)