Namun, untuk tahap awal, nasabah BCA baru dapat membayarkan iuran kepesertaan mereka melalui sistem autodebit kartu kredit BCA saja. Itu artinya, nasabah yang belum memiliki kartu kredit BCA harus bersabar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA menuturkan, manajemen tidak memproyeksi adanya peningkatan jumlah nasabah dari kerja sama dengan penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut. Namun, ia berharap, kemudahan transaksional yang ditawarkannya dapat mendongkrak pendapatan berbasis komisi (fee based).
"Keuntungan bisnis secara langsung tidak ada. Tetapi, andai kata kalau perhitungan awal dari 14 juta nasabah BCA sebagian besar bisa ikut, sebulan bisa ada dana iuran yang masuk sekitar Rp600 miliar yang kita setorkan ke BPJS," kata Jahja.
Diharapkan, layanan pembayaran kepesertaan program JKN di BCA dapat segera berlaku. Sehingga, nasabah baik individu maupun perorangan, bisa menikmati kemudahan layanan tersebut.
"Sementara memang baru layanan autodebit melalui kartu kredit, tetapi tentunya kita banyak sekali channel layanan yang cepat dan pastinya memudahkan masyarakat yang ingin membayar iuran," pungkasnya. (bir)