Vishal Tulsian, Direktur Amar Bank optimistis, perseroan dapat merealisasikan target kredit tersebut dengan strategi perluasan pasar, mengingat ceruk pasarnya yang sangat terbuka luas. Sekitar 60-70 persen dari total 250 juta penduduk Indonesia dinilai belum memiliki akses perbankan.
"Ini kesempatan besar bagi Tunaiku untuk menjangkau potensi pasar yang tersedia, di mana masyarakat tinggal mengakses www.tunaiku.com untuk mengajukan pinjaman," ujarnya, Selasa (21/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama pekan pertama Ramadan, Vishal bilang, jumlah aplikasi yang masuk ke Tunaiku meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama bulan Mei. Dengan rata-rata aplikasi dalam satu hari mencapai ribuan yang menunjukkan keaktifan masyarakat mengakses produk perbankan melalui fintech.
"Fintech dapat mempercepat akses masyarakat terhadap pemahaman akan perbankan. Fintech di bawah pengawasan bank tentu lebih aman dan terpercaya," terang Dani.
Amar Bank, eks PT Anglomas International Bank, merupakan bank yang bermarkas di Jawa Timur. Sebanyak 99 persen saham perseroan dikempit oleh Wishart Investment Inc dan sisanya dikantongi oleh Ghansham Jivatram. Per Mei, bank yang memiliki layanan kantor offline dan online ini tercatat beraset Rp563,46 miliar dan total kredit mengalir Rp365,26 miliar. (bir)