Hari Widjajanto, Direktur Pemasaran Antam mengatakan, ekspor emas Antam ditargetkan ke India dan anggota ASEAN, seperti Singapura dan Malaysia, karena pasar di negara-negara tersebut potensial, dan didukung adanya perjanjian perdagangan bebas (FTA) ASEAN maupun ASEAN-India.
Menurut Hari, negara-negara yang sudah memiliki FTA dengan Indonesia menjadi prioritas utama karena ekspor emas Antam tidak kena pajak, sehingga lebih menguntungkan bagi perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, dari total penjualan emas Antam yang mencapai 14 ton, sebanyak 8,1 ton diekspor ke India, 3,4 ton ke Singapura, dan sisanya Malaysia, kemudian ke pasar domestik.
Dari kedua tempat penambangan tersebut, Antam membidik menghasilkan emas hingga 2,45 ton atau naik dari tahun lalu sebesar 2,2 ton. Dari total target tersebut, sebesar 1,45 ton dihasilkan dari tambang Pongkor, dan sisanya 1 ton dari Cibaliung.
Pada 2015, penjualan segmen operasi emas dan pemurnian berkontribusi sebesar 71,61 persen atau senilai Rp7,54 triliun terhadap penjualan bersih Antam Rp10,53 triliun.
Oleh karena itu, sambung Dimas, dari tiga komoditas utama Antam, yakni nikel, bauksit dan emas, perusahaan pelat merah ini akan fokus pada kegiatan eksplorasi emas. Sebagai bentuk ekspansi bisnis emas, perseroan menggandeng Newcrest Mining Limited (Newcrest) untuk mengidentifikasi pengembangan emas dan eksplorasi area prospektif baru di Indonesia. (bir/gen)