Kepala Riset First Asia Capital, David Sutyanto mengatakan, pasar saham global tadi malam melanjutkan penguatannya dalam rentang terbatas, di tengah harga minyak dunia yang melemah.
Ia merinci, indeks Eurostoxx di kawasan Uni Eropa menguat 0,83 persen ke level 2.967,34. Sementara, indeks Dow Jones dan S&P di Wall Street masing-masing menguat tipis 0,14 persen dan 0,27 persen ke level 17.829,73 dan 2.088,90.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut David, sejauh ini pelaku pasar optimistis referendum akan menghasilkan Inggris tetap berada di kawasan Uni Eropa. Sementara di Wall Street tadi malam, pasar juga mencermati testimoni Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Jannet Yellen di depan Kongres negara tersebut.
Terkait perdagangan kemarin, David menilai penguatan IHSG diwarnai aksi ambil untung sejumlah saham sektoral di akhir sesi. Alhasil IHSG ditutup hanya menguat terbatas 15,183 poin (0,31 persen) ke level 4.878,71.
“Saham sektor properti dan jasa konstruksi menjadi penopang utama penguatan indeks kemarin. Sedangkan saham pertambangan terutama tambang logam bergerak konsolidasi diwarnai aksi ambil untung,” katanya.
Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengatakan IHSG sedang berusaha melanjutkan pola penguatan jangka pendek. Ia menilai level support kuat berhasil dipertahankan dengan baik.
William menilai, sentimen pelonggaran kebijakan Loan to Value (LTV) serta penurunan suku bunga acuan menjadi pendorong emiten properti. Selain itu, pola gerak indeks global juga dinilai memberikan pengaruh tersendiri terhadap pergerakan IHSG.
“Support saat ini terlihat pada level 4.824 dengan target resisten pada level 4.902 yang memiliki potensi digapai dalam waktu dekat. Kenaikan juga didorong oleh capital inflow yang masih terus berlanjut. IHSG hari ini berpotensi menguat,” jelasnya. (gen)