Wakil Presiden Direktur MAP V.P. Sharma mengatakan, perusahaan telah menggabungkan empat anak usaha yaitu PT Sari Coffe Indonesia sebagai pengelola gerai Starbucks, PT Sari Pizza Indonesia penjual Pizza Express, PT Premier Doughnut Indonesia dengan merek Krispy Kreme, dan PT Sari IceCream Indonesia penjual es krim Cold Stone dan Godiva ke dalam satu induk usaha dengan nama PT MAP Boga Adiperkasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, holding usaha ini tidak melibatkan seluruh ritel F&B yang telah diakuisisi perusahaan. Penggabungan ini, jelasnya, hanya mencakup merek-merek F&B yang telah diakuisisi perusahaan sejak lama. Hal itu didasari keinginan perusahaan yang ingin melihat perkembangan kinerja ritel makanan dan minuman yang baru diakuisisi selama beberapa tahun ke depan.
Sharma menambahkan, perusahaan juga telah menunjuk Anthony Cottan sebagai Direktur Utama induk usaha lini usaha F&B ini. Sebelumnya, Anthony dipercaya sebagai Kepala Divisi F&B MAP.
Andalkan Starbucks
Di dalam paparannya, Anthony mengatakan akan mengedepankan lini usaha Starbucks karena merek ritel itu kini tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Ia mencontohkan pertumbuhan gerai Starbucks di China dan Jepang yang kini jumlah gerainya telah mencapai 1.000 toko, sementara di Indonesia sendiri jumlah gerai Starbucks masih sebanyak 242 gerai dan menyerap 3.316 pekerja.
"Memang kami akan fokus di Starbucks, tapi kami juga tetap mengembangkan empat merek lainnya. Dan dalam waktu dekat kami berencana untuk membuka tambahan 50 hingga 60 toko Starbucks di seluruh Indonesia," jelasnya di lokasi yang sama.