Jumlah daging yang dijual selama Ramadan tersebut hanya 3,38 persen dari total kuota impor daging yang diberikan pemerintah sebanyak 29.500 ton hingga akhir tahun.
“Saat ini sudah datang 33 ton dari total 1.000 ton daging sapi yang kita siapkan. Sisanya akan didatangkan secara berkala hingga Juli,” kata Direktur Utama PPI Dayu Padmara Rengganis kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Daging sapi ini tidak boleh lebih dari satu setengah hari untuk sampai ke masyarakat. Jadi, kami pakai Garuda biar cepat. Biaya angkutnya masih masuk perhitungan, kalau tidak tentu kami tidak berani rugi,” ungkap Dayu.
“Tiap daerah beda kebutuhannya. Paling besar saat ini, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Solo. Rata-rata tiap daerah membutuhkan sekitar 50 ton daging sapi per hari tapi kita fleksibel dengan permintaan daerah,” papar Dayu.
Ia juga menyakinkan bahwa stok daging sapi saat ini mencukupi, bahkan hingga Desember 2016.
“Cukup kok (stok daging sapi segar), lagi pula kan ada importir lain, tidak hanya PPI. Tapi masyarakat tenang saja karena izin impor kami dari pemerintah berlaku sampai Desember. Jadi, selama itu akan terus dipasok,” tegas Dayu. (gen)