Yang mengejutkan, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan bakal mengundurkan diri menyusul hasil referendum tersebut.
Seperti dilansir Reuters, indeks FTSEurofirst 300 anjlok 8,5 persen ke level 1.244,03 pada awal perdagangan setelah sempat jatuh hingga ke angka 1.239,68. Sementara indeks STOXX Europe 600 merosot 8,8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Barclays merosot 25 persen, saham Royal Bank of Scotland turun 23 persen dan Lloyds melemah 23 persen.
Nilai tukar pound sterling anjlok hampir 10 persen dalam enam jam terakhir, yang merupakan kejatuhan terdalam sepanjang sejarah Inggris. Tepatnya sejak rezim nilai tukar mengambang bebas diperkenalkan pada awal 1970-an.
Depresisi kurs saat ini dinilai lebih parah dibandingkan dengan tragedi 'Black Wednesday' pada September 1992, ketika miliarder George Soros melakukan aksi jual pound sterling besar-besaran sehingga melumpuhkan pertahanan Bank Sentral Inggris (BOE).
"Ini seperti kembali dari masa depan, kita seperti kembali ke era 1985," kata Nick Parsons, Wakil Kepala Strategi Mata Uang Global di NAB.
"Pound sterling sudah anjlok 10 persen dalam enam jam. Itu sangat luar biasa, dan referendum Inggris telah menciptakan krisis di Eropa," kata Nick. (gir/gen)