"Saat ini kami sedang lakukan studi, kalau sudah dimungkinkan, global bond akan kami lakukan," kata Budi Karya Sumadi, Direktur Utama Angkasa Pura II, di Bandung, Jumat (24/6).
Budi menyatakan, rata-rata bunga untuk global bond bisa hanya 6 persen. Dengan begitu, akan lebih irit jika dibandingkan dengan bunga obligasi yang baru saja ditawarkan Angkasa Pura II yaitu 8,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan, Angkasa Pura II akan menawarkan global bond ke beberapa negara, seperti Singapura, Hong Kong, Inggris, Amerika Serikat, Irlandia, Swiss, dan Jepang.
"Di Eropa sama di Jepang itu kalau menyimpan uang tidak dapat bunga, bahkan malah ngasih uang. Jadi kalau kami pasarkan di sana, itu kira-kira 4 persen sampai 5 persen, senang sekali, jangka panjang dapat 5 persen," paparnya.
Terlebih lagi, lanjutnya, investor di Eropa dan Jepang menganggap Indonesia sedang berkembang. Sehingga kondisinya sangat memungkinkan untuk menawarkan global bond di negara-negara tersebut. Di mana ada penawaran dan permintaan yang tepat.
Penerbitan global bond ini akan digunakan perseroan untuk melakukan berbagai ekspansi pada tahun depan. Budi menyatakan, banyak sekali hal yang akan dilakukan Angkasa Pura II, di antaranya membuat cargo village, membangun runway ke-3, membangun terminal 4, dan meningkatkan Pavement Classification Number (PCN).
Sebagai informasi, Angkasa Pura II baru saja menerbitkan obligasi dengan nilai Rp2 triliun dengan kupon efektif sebesar 8,6 persen sampai 9 persen. (gir/gen)