Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI menilai ekonomi Indonesia memiliki ketahanan yang baik.
“Stabilitas makroekonomi tetap terjaga yang tercermin dari inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang terkendali, dan nilai tukar yang relatif stabil,” kata Tirta, dikutip Senin (27/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, di pasar keuangan domestik. Saat terjadi pelemahan di pasar uang Eropa dan Asia, nilai tukar Rupiah relatif stabil.
Ekspor Impor
Daya tahan ekonomi Indonesia, tidak hanya mampu menjaga pasar modal dan pasar uang. BI juga meyakini Brexit tidak akan banyak memberi dampak pada kinerja ekspor nasional secara keseluruhan.
“Pangsa ekspor Indonesia ke Inggris hanya sekitar 1 persen dari total ekspor Indonesia,” jelas Tirta.
Satu hal yang perlu dicermati menurutnya adalah dampak turunan dari Brexit tersebut. BI memperkirakan bakal terjadi gangguan hubungan dagang antara Inggris dengan Uni Eropa yang akan berimbas ke Indonesia.
Sementara itu, dampak pada kinerja investasi di Indonesia juga diprediksi terbatas. Dalam lima tahun terakhir, pangsa penanaman modal asing langsung dari Inggris terhadap total penanaman modal asing di Indonesia tercatat di bawah 10 persen.
BI menurutnya bakal terus mencermati potensi risiko yang muncul dari hasil referendum di Inggris.
Koordinasi dengan pemerintah akan terus ditingkatkan untuk memonitor perkembangan perekonomian global. (gen)