Kepala BPH Migas, Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, hal ini dilakukan agar stok BBM bisa memenuhi proyeksi pertumbuhan kebutuhan yang meningkat 10 hingga 11 persen per harinya. BPH Migas memperkirakan, pertumbuhan ini terjadi pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri.
Menurut data BPH Migas per 26 Juni 2016, stok Premium tercatat selama 21,93 hari, Solar sebanyak 28,94 hari, dan Pertamax serta Pertamax Plus selama 25,98 dan 30,82 hari. Maka dari itu, ada beberapa upaya yang dilakukan BPH Migas agar distribusi bisa jalan dengan lancar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, upaya pengamanan stok ini bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero), selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan menyalurkan BBM.
Namun, menurut Andy poin kerjasama dengan Pertamina yang paling penting adalah penggantian (switching) tangki terminal BBM yang fokus untuk memasok Premium karena kebutuhannya yang banyak. Menurut catatan Pertamina, BBM jenis Premium diperkirakan akan melonjak 15 persen dari 71.906 kiloliter menjadi 82.496 kl selama H-15 hingga H+15.
Bahkan, puncak konsumsi Premium diperkirakan akan terjadi di H-4 dan H+3 dengan proyeksi konsumsi masing-masing sebesar 107.859 kiloliter dan 89.882 kiloliter.
Sebagai informasi, Pertamina juga meramal konsumsi harian Pertamax akan naik sebesar 17 persen menjadi 12 ribu kiloliter dan konsumsi Pertalite akan melonjak 43 persen menjadi 10.200 kiloliter per hari. Sementara itu, konsumsi harian solar diperkirakan akan menurun 12 persen dari 35.173 kiloliter per hari menuju 31.118 kiloliter per hari. (gir/gen)