“Dengan berbagai pengembangan produk dan inovasi layanan berbasis digital untuk kemudahan nasabah, kami ingin tetap menjaga pendapatan segmen Consumer Banking dengan baik dan dapat meningkat 38 persen sampai akhir 2016," ujar Wawan dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (28/6).
Produk pengelolaan kekayaan (Wealth Management) turut memberikan kontribusi pertumbuhan produk consumer banking perusahaan. Sepanjang 2016, Bank DBS Indonesia membidik nasabah prioritas (priority banking) bisa tumbuh hingga 30 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan nasabah secara online menjadi salah satu kunci pertumbuhan," katanya.
Pendekatan berbasis digital lainnya juga dilakukan oleh Bank DBS Indonesia dalam hal pertumbuhan nasabah. Di segmen bisnis Unsecured Loan (fasilitas Pinjaman Tanpa Agunan/KTA), volume pertumbuhan nasabah melalui online hingga sejak awal tahun hingga Mei 2016 (year to date/ytd) meningkat 183 persen dibanding dengan periode yang sama di tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Untuk layanan DBS Treasures bagi nasabah prioritas, pertumbuhan nasabah baru melalui online hingga Mei 2016 (ytd)) naik 260 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy).