Kepala Riset First Asia Capital, David Sutyanto menyatakan, bursa saham global tadi malam kembali melanjutkan penguatan untuk tiga hari perdagangan berturut-turut pasca tekanan jual di awal pekan ini menyusul keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).
Ia merinci, indeks Eurostoxx di kawasan Uni Eropa tadi malam menutup akhir Juni dengan penguatan 1,15 persen ke level 2.864,74. Di Wall Street AS, indeks saham utama Dow Jones dan S&P masing-masing menguat 1,33 persen dan 1,36 persen ke level 1.7929,99 dan 2.098,86.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, harga minyak mentah tadi malam di AS terkoreksi 3 persen ke US$48,40 per barel. Jika dilihat, maka harga minyak mentah sepanjang Juni kemarin mengalami koreksi 0,9 persen setelah bulan sebelumnya naik 6,22 persen.
"ECB kemarin mengeluarkan pernyataan akan melonggarkan aturan pembelian obligasi dalam program stimulusnya. Sedangkan bank sentral Inggris atau BoE menyatakan akan melonggarkan kebijakan moneternya bulan ini," kata David, Jumat (1/7).
Adapun, IHSG kemarin ditutup menguat ke level 5.016 atau 36,54 poin (0,7 persen). Artinya, IHSG pada perdagangan akhir Juni kemarin melanjutkan tren kenaikan dengan berhasil menembus level 5.000 untuk pertama kalinya sejak perdagangan 8 Juni 2015 lalu. Sementara, nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp6,5 triliun dan pembelian bersih asing berlanjut mencapai Rp1,74 triliun.
"Rendahnya risiko pasar saham global dan kawasan dan optimisme atas keberhasilan program tax amnesty telah mendorong akumulasi beli pemodal.
Ia menjelaskan, sepanjang Juni lalu IHSG berhasil menguat 4,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Juni lalu menguat 3,2 persen di level Rp13,180," terang David.
"Untuk perdaganagan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak variatif dalam rentang terbatas, yakni dengan support 4.980 dan resisten 5.030. IHSG akan rawan profit taking jangka pendek setelah mengalami kenaikan dalam empat hari perdagangan berturut-turut," jelasnya.
William menyatakan, data inflasi yang diperkirakannya stabil pada awal bulan akan membantu menopang pergerakan IHSG hari ini, sehingga IHSG masih memiliki potensi untuk menguat. Selain itu, arus modal asing (capital inflow) yang masih berlanjut juga turut menopang menguatnya perdagangan hari ini.
"Hal ini menunjukkan masih besarnya kepercayaan investor terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia. Beberapa faktor penunjang stabilnya perekonomian kita terlihat dari data perekonomian terlansir. Tentunya hal ini dapat menumbuhkan kepercayaan investor terhadap pasar modal kita," terang William dalam risetnya. (gir/gen)