Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menjelaskan, keempat blok migas tersebut merupakan blok potensial yang ada di negara tersebut. Ia berharap proses tender bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
"Mungkin untuk di Iran, kami mungkin tidak (ikut tender) dua blok tapi jadinya empat blok," jelas Syamsu, Jumat (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sayangnya, Syamsu tidak menyebut kebutuhan dana yang disiapkan perusahaan untuk mengelola wilayah kerja termasuk nama wilayah kerja yang dibidiknya.
Apalagi, saat ini banyak sekali perusahaan minyak selain Pertamina yang berminat mendapatkan hak atas blok-blok minyak di Iran, sehingga kompetisinya sangat berat. Ia memperkirakan, Pertamina tidak mungkin bisa mendapat hak kelola wilayah kerja di Iran tahun ini.
Sebagai informasi, saat ini Pertamina memiliki usaha-usaha hulu migas di luar negeri yaitu di Malaysia, Aljazair, dan Irak dengan total produksi minyak 79 ribu barel per hari (bph) sepanjang tahun lalu. Sementara itu, hingga Mei tahun ini, perusahaan berhasil mencatat produksi 83 ribu barel per hari dari lapangan-lapangan di luar negeri. (gen)