Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Juni sebesar 0,66 persen. Secara tahun kalender, inflasi Januari–Juni 2016 mencapai 1,06 persen dan tingkat inflasi secara tahunan (year on year) Juni 2016 terhadap Juni 2015 sebesar 3,45 persen.
“Turunnya harga lebih banyak karena upaya pengendalian harga,” tutur Darmin saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jumat (1/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Darmin tak memungkiri perlambatan ekonomi dunia mempengaruhi daya beli masyarakat. Namun, menurutnya, kontribusi hal tersebut terhadap tingkat harga kecil.
Naik turunnya daya beli masyarakat, menurut Darmin, nantinya bisa tercermin dari animo masyarakat untuk pulang kampung menjelang lebaran.
Lebih lanjut, Darmin menilai tingkat inflasi Juni masih berada di atas ekspektasi pemerintah yang mengharapkan rata-rata inflasi per bulan ada di kisaran 0,35 persen dengan inflasi tahunan di kisaran empat persen.
“Nah memang karena ini lagi puasa dan mendekati lebaran ya oke lah 0,66 persen tetapi rata-rata bulanan mestinya, sebenarnya, 0,35, 0,4 persen,” ujarnya. (ags)