Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, pedagang bensin eceran liar membanjiri jalur-jalur padat pemudik, seperti di Brebes. Mereka menguras kantong pelanggan dengan harga jual bensin Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per liter.
Mereka, lanjut Bambang, datang ke Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) membeli bensin menggunakan jeriken, kemudian menjual kembali bensin tersebut ke pemudik yang terjebak di tengah kemacetan jalan. Mau tak mau, pengendara yang tiris bensin membeli dari para pedagang bensin eceran liar itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pertamina Pasok BBM di Jalur Mudik |
Menurut Bambang, kejadian ini tidak bisa terhindarkan, meskipun Pertamina telah menggandeng Polri untuk mengamankan SPBU di berbagai daerah. "Kami meminta polisi untuk jaga. Tetapi, rupanya polisi disibukkan dengan mengatur lalu lintas. Jadi, kami minta yang jaga SPBU biar TNI saja," katanya.
Bambang mengatakan Pertamina telah menyediakan pasokan bahan bakar sebanyak 2 juta kilo liter (KL) untuk menghadapi arus balik nanti. Tidak hanya itu, Pertamina juga akan menyediakan pasokan air minum dan makanan ringan gratis bagi para pemudik di toko ritel milik Pertamina.
"Yang kita tidak sangka kondisi lainya seperti orang kesulitan air. Nah, berikutnya kami siapkan air untuk arus balik. Ini situasi yang harusnya jadi pembelajaran kita, kami mohon maaf kalau ada yang kurang nyaman, dan terimakasih untuk semua pihak yang sudah bantu kami," pungkasnya. (bir)