Kebijakan amnesti pajak diharapkan otoritas memicu aliran dana repatriasi dan memperkuat likuiditas serta kemampuan pembiayaan perbankan. Karenanya, OJK masih optimistis target pertumbuhan kredit tahun ini, yang dipatok pada kisaran 12-14 persen, dapat tercapai.
Nelson Tambupolon, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK mengakui penyaluran kredit bank sampai dengan bulan lalu masih belum optimal. Menurutnya, penyaluran kredit tersebut dibayangi oleh risiko kredit macet yang cukup tinggi .
"Perlambatan realisasi kredit menyebabkan pembaginya tidak bergerak, jika ada yang bergerak sedikit saja di non performing loan (NPL), maka persentasenya akan kelihatan naik," ujar Nelson, Selasa (12/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari dana repatriasi tax amnesty rasanya tidak perlu diragukan lagi, jumlahnya berapa tidak bisa saya prediksi, tapi pasti besar," kata Nelson.
"Saya masih punya harapan besar sampai akhir tahun itu mungkin pertumbuhan (kredit bank) bisa sampai 13 persen, saya masih optimis," katanya.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan salah satu bank yang penyaluran kreditnya melandai pada periode Januari-Juni 2016.
Direktur Keuangan Bank Danamon, Vera Eve Lim menjelaskan, rendahnya pertumbuhan kredit perseroan terutama terjadi di sektor otomotif. Sayangnya, yang bersangkutan masih enggan mengungkap data rincci penyaluran kredit Bank Danamon.
"Kalau untuk data lengkapnya saya belum tahu, angka pastinya saya belum dapat," ujar Vera. (ags/gen)