Gubernur BI DW Martowardojo mengungkapkan peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan cadangan devisa, antara lain berasal dari penerbitan global bonds pemerintah, hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, penerimaan pajak dan devisa migas serta penarikan pinjaman pemerintah, yang jauh melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas jatuh tempo.
"Sebab naiknya cadev itu adalah ada dua kali penarikan global bond dari pemerintah lebih dari US$4 miliar. Kemudian, ada juga penerimaan dari penjualan migas, penarikan pinjaman pemerintah dan sterilisasi dari stabilisasi sistem keuangan yang dilakukan BI," tutur Agus, Kamis (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak Tax Amnesty
"Hal itu dalam banyak hal karena kebijakan tax amnesty yang cukup disambut baik," ujarnya.
Selain itu, kondisi ekonomi global juga lebih memberikan kepastian dengan adanya kemungkinan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed Fund Rate) tidak akan segera dinaikkan. Kemudian, penunjukkan Perdana Menteri baru Inggris, Theresa May juga dianggap bisa meredam risiko keluarnya Inggris dari Uni Eropa (British exit/Brexit). (gen)