Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara, menyatakan selama tahun berjalan (year-to-date) harga komoditas seperti kelapa sawit, karet dan batubara sudah mengalami perbaikan. Hal itu mendongkrak nilai ekspor Indonesia bulan lalu, yang sebagian besar merupakan barang komoditas.
Kendati demikian, Mirza menilai, perbaikan di sektor komoditas belum signifikan. Pasalnya, rata-rata harga komoditas secara umum masih sedikit lebih rendah dibandingkan tiga bulan pertama tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), beberapa komoditas yang mengalami kenaikan pada Juni lalu antara lain seng (8,58 persen), minyak inti kelapa sawit (6 persen), kayu gelondongan (3,29 persen), perak (3,27 persen), nikel (2,8 persen), dan emas (1,19 persen).
“Surplus itu juga bisa terjadi karena memang impor yang masih turun, gitu ya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mirza menilai capaian surplus Juni akan membantu kinerja defisit transaksi berjalan (CAD). Menurut Mirza, kinerja CAD kuartal II tahun ini akan relatif sama dengan capaian kuartal I tahun ini, 2,14 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Menurutnya, otoritas moneter cukup nyaman dengan level CAD di kisaran 2,2 -2,4 persen dari PDB untuk paruh pertama tahun ini.
“Jadi suatu level CAD yang sehat dan itu juga menunjang optimisme dari para investordi pasar keuangan terhadap kinerja dari makroekonomi Indonesia,” ujarnya. (ags)