"Dalam perkembangan sektor energi di Indonesia, saya mengikuti dan melihat reformasi energi di Indonesia dengan memotong subsidi dan menggunakan energi yang lebih efektif," ungkap Birol, Selasa (19/7).
IEA menilai pemangkasan subsidi ini mampu membuat Indonesia meminimalisir penggunaan energi fosil dan beralih ke penggunaan energi terbarukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang banyak turut berdampak pada pemanfaatan energi yang selama ini bergantung pada penggunaan energi fosil. Namun, cadangan energi fosil perlu dipertimbangkan untuk pemenuhan konsumsi masyarakat.
Oleh sebab itu, IEA menilai Indonesia perlu meneruskan kebijakan pemotongan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan memilih opsi prioritas dalam menggunakan energi terbarukan, seperti melakukan subtitusi penggunaan BBM dan pengembangan teknologi energi terbarukan. (gen)