"Yang berbasiskan syariah kurang lebih ada 5 persen dari 40 perusahaan IKNB yang kami ajukan ke Kemenkeu," jelas Dumoli Pardede, Deputi Komisioner Pengawas IKNB OJK, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk perusahaan pembiayaan dan modal ventura, kata Dumoli, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) maksimum 2 persen dari total kredit.
Pada prinsipnya, kata Dumoli, IKNB sangat siap untuk mengelola limpahan dana repatriasi, terutama perusahaan pembiayaan BUMN dan swasta asing. Namun, teknis penyerapan dananya oleh IKNB tetap harus melalui bank-bank persepsi yang ditunjuk oleh pemerintah.
"Menkeu sangat responsif dengan usulan itu dan meminta support full dari OJK," jelas Dumoli.
Sampai saat ini, Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia (BI) dan OJK masih merumuskan kriteria bank umum dan syariah, serta lembaga keuangan non bank yang layak untuk menampung dana repatriasi hasil dari kebijakan amnesti pajak.
Berdasarkan keterangan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, tak hanya kesehatan neraca keuangan yang jadi dasar penetapan lembaga pengelola dan arepatriasi, melainkan juga mempertimbangkan cakupan jaringan bisnis di Tanah Air. (ags/gen)