Berdasarkan prospektus ringkas Cikarang Listrindo pada Rabu (20/7), manajemen menyatakan rencana transaksi dilaksanakan untuk meningkatkan likuiditas Perseroan dan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan umum Perseroan. Peningkatan likuiditas tersebut akan digunakan untuk pelunasan atas Notes 2019.
Untuk diketahui, sebelumnya perusahaan telah menerbitkan surat utang (Notes 2019) sebesar US$500 juta dengan bunga sebesar 6,95 persen yang diterbitkan pada 21 Februari 2012 oleh Listrindo Capital B.V., anak perusahaan yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Cikarang Listrindo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
atau investor-investor lain di luar wilayah Indonesia secara terbatas, yang akan dicatatkan di SGX-ST [Bursa Singapura],” tulis manajemen.
Manajemen menyatakan notes akan diterbitkan dengan jumlah pokok sebesar-besarnya sampai dengan US$550 juta. Adapun suku bunga surat utang direncanakan tetap, dengan kupon maksimal 8 persen per tahun.
Untuk diketahui, Cikarang Listrindo baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangkit tenaga listrik tersebut tercatat sebagai emiten ke-5 di tahun 2016.
Sementara, sebanyak 30 persen sisa dana IPO akan dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja perseroan. Dana tersebut diharapkan mendukung operasi perseroan yang terkait beban umum dan administrasi, beban penjualan, dan pendanaan.