Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, raihan ini dicapai berkat penyaluran kredit yang tinggi sepanjang paruh pertama tahun ini. Apalagi, terangnya, upaya tersebut juga dilengkapi dengan sikap kehati-hatian perusahaan dalam menyalurkan kredit.
Sebagai informasi, kredit tersalurkan (outstanding) BCA per akhir Juni 2016 tercatat sebesar Rp387,08 triliun, atau meningkat 11,5 persen secara tahunan (year-on-year) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp347,1 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi peningkatan kredit terhadap kinerja keuangan perusahaan terlihat dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang meningkat sebesar 14,95 persen menjadi Rp19,75 triliun dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp17,18 triliun. Ini berkontribusi sebesar 75,62 persen dari total pendapatan operasional sebesar Rp26,13 triliun.
Per akhir Juni 2016, dana giro dan tabungan yang dihimpun perusahaan (Current Account Saving Account/CASA) tercatat sebesar Rp381,27 triliun atau mengambil 77,7 persen dari total DPK sebesar Rp490,56 triliun. Proporsi ini lebih besar year-on-year dibanding periode sama tahun sebelumnya, di mana CASA berkontribusi sebesar 76 persen terhadap DPK.
Untuk menjaga kinerja kredit terhadap kinerja keuangan, perusahaan juga akan terus menjaga margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang saat ini berada di angka 7 persen. "Karena kalau NIM bisa dipertahankan, kami tak usah terlalu berekspansif mengejar fee-based income," ujar Direktur Pembiayaan BCA, Rudy Susant di lokasi yang sama.