Menurut survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia, pertumbuhan kredit diperkirakan terus menguat pada kuartal III. Pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, tren penurunan suku bunga kredit, dan peningkatan rasio kecukupan modal disebut menjadi beberapa faktor yang diperkirakan akan mendorong permintaan kredit.
Mayoritas responden juga memperkirakan pertumbuhan kredit baru pada kuartal II-2016 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan pembiayaan dan penurunan suku bunga kredit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami yakin suku bunga kredit masih terus turun. Sesuai dengan arahan untuk menuju digit tunggal," ujar Panji kepada CNNIndonesia.com, Kamis (21/7).
"Kami mengikuti pasar saja. Kalau rata-rata menurunkan bunganya, kami juga akan ikut," kata Panji.
Sementara itu, BI juga memperkirakan secara keseluruhan tahun 2016, pertumbuhan kredit diperkirakan sebesar 10,6 persen (yoy), lebih rendah dari perkiraan pada survei triwulan sebelumnya sebesar 12,3 persen (yoy).
"Kami sampai tengah tahun 10-11 persen kira-kira. In line sama market," katanya. (gir)