Direktur Treasury BNI, Panji Irawan mengatakan, sekitar 73 persen dari target dana repatriasi tersebut atau sebesar Rp55 triliun akan diserap oleh BNI sebagai induk usaha. Sementara sisanya Rp20 triliun akan dipercayakan anak-anak perusahaannya untuk menyerap, yakni BNI Sekuritas, BNI Management, BNI Life, BNI Multifinance serta BNI Syariah.
"Dana itu akan dijaring anak-anak usaha kami, seperti BNI Sekuritas menarik obligasi dan saham, kalau untuk Manajemen Aset bisa dialirkan ke reksadana dan DIRE, dari dua anak usaha itu saja sudah bisa diserap sekitar Rp15 triliun," ujar Panji, Jumat (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bank sendiri produk andalannya adalah DPK dan obligasi. Selain itu bisa ditampung dalam bentuk trustee dan custodian account, karena kebetulan kami memiliki izin untuk melakukan hal itu," lanjut Panji.
"NCD kita punya rencana terbitkan Rp4 triliun tahun ini, tapi kemarin baru kita terbitkan Rp3 triliun jadi sebetulnya masih sisa Rp1 triliun lagi. Jadi seumpamanya ada yang mencari instrumen investasi dengan tenor tiga tahun, akan kita lepas lagi Rp1 triliun," ujar Panji.
Panji mengatakan nilai tersebut bisa saja ditingkatkan, asalkan akselerasi penerimaan dana dengan penyaluran kredit terjadi secara berimbang.
"Kita mau-mau saja naikkan, tapi penyaluran kreditnya cepat atau tidak. Kalau tidak malah bisa menjadi beban dana," katanya. (ags)