Head of Social & Security Sinar Mas Forestry Agung Wiyono menjelaskan setidaknya ada 80 desa di sekitar wilayah hutan produksi milik perusahaan yang akan mendapatkan dana tersebut tahun ini. Dana tersebut diberikan dalam bentuk pelatihan serta pendampingan yang digunakan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, permodalan desa untuk penanaman hortikultura, persawahan, peternakan, budidaya dan sejenisnya.
“Parameter pemilihan desa yang masuk kriteria DMPA disesuaikan dengan tujuan program, yakni desa yang kerap kali menjadi sumber konflik, memiliki rekam jejak kebakaran lahan yang tinggi, dan menjadi pusat perambahan serta pembalakan liar," kata Agung, Sabtu (23/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“500 desa tersebar di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur dengan investasi US$10 juta sampai 2020 mendatang. Selain meningkatkan perekonomian masyarakat desa di sekitar hutan konsesi, juga akan mencegah kebakaran dan gangguan hutan lainnya,” kata Suhendra.
“Hanya kedisiplinan yang dapat menjaga keseimbangan harmoni antara kepentingan alam dan ekonomi," ujar Jusuf Kalla.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar juga menyampaikan apresiasinya kepada pemangku kepentingan daerah yang telah berupaya menyeimbangkan pembangunan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan. (gen)