Bendungan tersebut adalah Bendungan Raknamo di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Bendungan Tanju dan Mila yang berlokasi di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Yang nanti 2017 dan 2018 sudah ada yang diresmikan itu Raknamo di NTT dengan Tanju dan Mila di NTB, bendungan baru semua,” ujar Basuki, dikutip dari laman Kementerian PUPR, Minggu (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, ketiga bendungan tersebut mulai dibangun pada Juni dan Juli 2015, dan sebelumnya, ditargetkan selesai pembangunannya di 2019.
Imam mengatakan bahwa saat ini kemajuan pembangunan Bendungan Raknamo sudah mencapai 51 persen selesai, sementara bendungan Tanju dan Mila sudah mencapai 19 persen dari target 16 persen selesai.
Basuki melanjutkan, pada 2016 ini akan dimulai pembangunan delapan bendungan yaitu bendungan Rukoh (Aceh), Ciawi (Jawa Barat), Sukamahi (Jawa Barat), Kuwil Kawangkoan (Sulawesi Utara), Sukoharjo (Lampung), Cipanas (Jawa Barat), Leuwikeris (Jawa Barat), Ladongi (Sulawesi Tenggara).
Mantan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum tersebut mengatakan saat ini beberapa proyek bendungan siap dikerjakan setelah proses lelang selesai.
“Untuk 2016 yang segera tanda tangan kontrak baru Kuwil dan Leuwikeris, mudah-mudahan awal Agustus ini tendernya dibuka. Terus sekarang ini sedang diproses juga, bendungan Sukoharjo di Lampung,” katanya.
Sementara untuk bendungan Ciawi dan Sukamahi, Menteri Basuki menyatakan sudah melakukan penetapan lokasi dan sudah masuk tahap lelang. (gen)