Enny menilai Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memiliki lima kelemahan di sektor pertanian, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi, sektor industri, sektor perdagangan, dan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sektor pertanian dinilai Enny tidak akan mencapai target swasembada pangan di mana selama dua tahun pemerintahan Jokowi, kinerja Menteri Amran Sulaiman belum memberikan hasil. Selanjutnya, sektor UMKM dan koperasi, dinilai tidak memiliki terobosan kebijakan sehingga membuat sektor ini jalan di tempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk BUMN, saya rasa pemerintah punya optimisme saat memberikan Penyertaan Modal Negara (PNM) dan pemerintah mengharapkan BUMN bisa menjadi agent of development. Namun, Menteri BUMN justru tidak bisa melaksanakan tugas-tugas ini," kata Enny, kemarin.
"Kalau evaluasi berdasarkan indikator terukur, sebenarnya hampir semua sektor ekonomi mengalami stagnasi," ujarnya.
Namun, Enny menilai masyarakat menginginkan adanya perbaikan kinerja para menteri, ketimbang bongkar pasang Kabinet Kerja yang isunya kembali menguat belakangan ini.
"Isu ini akan terus bergulir tapi yang dituntut publik itu bukan ada tidaknya reshuffle tapi perbaikan kinerja kabinet ini," kata Enny.
Ia menegaskan, perbaikan kinerja kabinet ini bukan semata-mata untuk membuat para menteri tidak lengser dari jabatannya. Namun, lebih dari itu, para menteri diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan terutama di sektor ekonomi yang sampai saat ini terbawa arus lesunya ekonomi dunia.
“Karena ekonomi tengah menjadi tantangan terberat. Kalau tidak segera diatasi, akan jadi blunder," ujar Enny.