Chief Economist BCA David Sumual mengatakan respon positif para pelaku pasar tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Tercatat hingga pukul 11.30 WIB, rupiah menguat 0,46 persen menjadi Rp13.114 per dolar sejak sesi awal perdagangan hari ini, Rabu (27/7).
"Saya lihat kabar reshuffle tersebut mempengaruhi penguatan kurs rupiah domestik, padahal secara regional nilai kurs negara-negara lagi tidak bagus," ujar David saat dihubungi, Rabu (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita yang kerap disapa Ani itu dianggap mampu membawa Indonesia melaju di tengah gejolak perekonomian dunia.
Wanita terkuat dunia ke-23 versi Majalah Forbes beberapa tahun lalu itu dinilai bakal mampu membawa pasar keuangan Indonesia ke arah yang positif. Dari sisi pengalaman, menurut David, pelaku pasar sudah sangat mengenal rekam jejak wanita sebelumnya juga pernah menduduki kursi Menteri Keuangan. Sehingga tidak perlu lagi diragukan dalam mengelola APBN.
Selain itu, Ani juga diprediksi bakal memiliki koordinasi yang baik dengan tetangga kantornya yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.
"Kalau kita ingat, Pak Darmin merupakan Direktur Jenderal Pajak-nya Bu Ani sewaktu di Kementerian Keuangan, jadi pasti bakal ada koordinasi yang baik di Banteng dan Juanda," ujar David.
David memperkirakan, euforia pasar terhadap penunjukan Sri Mulyani bakal berlangsung cukup lama. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun diproyeksi bakal ditutup menguat sore nanti. (gen)