Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 38 poin (0,29 persen) ke Rp13.137 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.103-Rp13.167.
Analis Lauthandana Securindo, Krishna Dwi Setiawan menilai penguatan rupiah dan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena sentiman perombakan kabinet (reshuffle), khususnya karena ditunjuknya Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan mengganti Bambang Brodjonegoro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krishna menyatakan, ada posisi yang menjadi sorotan dari pelaku terkait perombakan ini, yakni posisi dari Menteri Keuangan. Hal ini karena kondisi anggaran pemerintah anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang defisit.
Menurut Krishna, pelaku pasar sendiri sudah lama menunggu momen perombakan kabinet ini karena kabinet yang lalu dinilai belum cukup terbukti mampu menumbuhkan perekonomian Indonesia, padahal Indonesia sendiri memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar.
"Sudah ditunggu sejak lama, pelaku pasar gregetan. Ya ekonomi kita punya potensi yang besar tapi kenapa mereka susah untuk menggerakkan atau menumbuhkan ekonomi kita," katanya.
RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp10,14 triliun dengan volume 5,94 miliar lembar saham. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp501 miliar.
Sebanyak 202 saham naik, 116 saham turun, dan 92 saham tidak bergerak. Sementara ada delapan sektoral yang menguat dari 10 sektor. Penguatan terbesar dialami oleh sektor industri dasar yang meningkat sebesar 2,51 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa bergerak menguat sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris naik 0,30 persen, indeks DAX di Jerman naik 0,89 persen, dan indeks CAC di Perancis naik 1,39 persen. (gir/gen)